Friday, 26 May 2017

Perkebunan Pohon Karet

Selain dari mencari hasil laut dan menambang Timah Sebagian besar masyarakat perdesaan Pulau Belitung sumber penghasilan nya mengandalkan dari hasil kebun.Salah satu nya berkebun pohon karet.

Mereka yang berkebun pohon karet ini, biasanya mengambil/menyadap getah yang di hasilkan oleh pohon tersebut atau yang sering di sebut masyarakat pulau belitung dengan sebutan MANTANG.

Menurut dari sumber yang kami dapat,pohon karet ini memiliki 2 jenis.yaitu itu Karet Unggul dan Karet Biasa/kampong.Diantara kedua jenis tersebut memilki perbedaan,dimana untuk karet unggul ini menghasilkan getah yang banyak di banding karet kampong dan waktu untuk mendapatkan hasil getahnya relative singkat.Sedangkan untuk karet kampung ini waktu untuk mendapat hasil getahnya membutuhkan waktu cukup lama dan cenderung memiliki hasil getah sedikit.

Untuk mengelola/menyadap getah karet tergolong sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk jumlah pohon karet yang tidak terlalu banyak.Di bawah ini merupakan hasil penjelajahan kami saat menyaksikan proses penyadapan getah karet oleh satu warga Dusun Air Nangka Desa Balok Kecamatan Dendang Belitung Timur.

Dalam melakukan proses penyadapan getah karet ada beberapa peralatan yang harus  di gunakan seperti :

  1. Pisau Karet : Pisau karet ini di gunakan untuk melukai bagian pohon karet yang bertujuan untuk mengeluarkan getah dari bagian pohon.Untuk mendapatkan pisau karet ini,biasanya para penyadap membelinya di toko alat-alat perkebunan atau bisa langsung memesan kepada si pembuat pisau.Harga satu pisau berkisar Rp 30.000 s/d Rp 40.000
  2. Kucuran :  Kucuran merupakan alat yang di gunakan sebagai perantara getah yang keluar  dari pohon menuju wadah penampung getah.Alat ini terbuat dari bahan kaleng ataupun seng.
  3. Wadah penampung kecil : Wadah penampung adalah alat yang di gunakan sebagai wadah untuk menampung getah yang keluar dari pohon yang sudah di lukai.Pada umumnya para penyadap getah menggunakan bekas botol dan gelas minuman ringan.Akan tetapi sebagaian para penyadap ada juga yang menggunakan tempurung kelapa.
  4. Wadah penampung Besar/Ember : Wadah penampung besar ini merupakan alat yang di gunakan untuk menampung getah dari hasil tampungan wadah kecil
  5. Wadah pembilas : Di dalam wadah pembilas ini berisikan air yang di gunakan untuk membilas sisa-sisa getah yang masih menempel pada wadah penampung kecil di saat menampungkan getah pada wadah penampung besar.
  6. Paku : Di gunakan untuk menempelkan wadah penampung getah,agar melekat pada pohon
  7. Cairan Pembeku Getah / Cuka’k : Cuka’k ini di gunakan untuk mempercepat proses pembekuan/pengerasan getah karet.Cairan Cuka’k merupakan cairan keras dan beracun sehingga para penyadap getah karet sangat berhati-hati saat menggunakan nya.
  8. Pengaduk : Alat ini biasa terbuat dari kayu yang berukuran sedang,berguna untuk mengaduk getah yang sudah di campuri dengan cairan pembeku/cukak

Proses Penyadapan :

Untuk kebun karet yang kami jelajahi ini memiliki jumlah pohon sebanyak 125 batang.

* Kurang Lebih pukul 5.15 wib penyadap getah berangkat dari rumah menuju lokasi kebun karet dengan membawa segala perbekalan dan peralatan yang sudah di siapkan sebelumnya.

* Jika jarak antara rumah  tidak jauh dari lokasi perkebunan, para penyadap getah ini memilih dengan jalan kaki untuk menuju lokasi.

* Setelah  tiba di lokasi perkebunan penyadap getah  siap untuk melakukan aktivitas penyadapan getah karet.

lokasi perkebunan pohon karet

pekerja sedang melakukan proses penyadapan getah

sedang melakukan proses penyadapan getah

* Kurang lebih dalam waktu 2 jam,150 batang pohon karet sudah selesai di sadap.Jika semu a pohon sudah selesai di sadap biasanya penyadap getah beristirahat sambil menunggu getah yang di tampung pada wadah kecil berhenti keluar dari pohon yang di lukai.Poroses  menunggu getah yang di tampung pada wadah kecil berhenti keluar dari pohon yang di lukai sering di sebut masyarakat setempat dengan sebutan Ngetusen Getah atau Nunggu Ngangkit

* Jika getah sudah berhenti keluar dari pohon yang di lukai,penyadap getah melakukan proses menampung getah karet dari wadah kecil ke wadah yang besar.

sedang melakukan proses penampungan getah dari wadah kecil ke wadah besar / ngangkit getah

sedang melakukan proses penampungan getah dari wadah kecil ke wadah besar

sedang melakukan proses pembilasan sisa-sisa getah yang ada di wadah kecil

* Jika semua proses penampungan getah dari wadah kecil ke wadah yang besar sudah selesai,selanjutnya penyadap akan melakukan proses pembekuan getah dengan cara memberikan cairan cuka’k terlebih dahulu

getah karet yang sudah tertampung di wadah besar


sedang memberikan cairan pembaku getah karet/cuka’k

* Jika getah sudah di berikan cairan  cuka’k,pekerja akan melakukan proses pengadukan guna untuk mempercepat proses pembekuan getah

sedang melakukan proses pengadukan getah yang sudah di berikan cairan cuka’k

Proses pengadukan getah yang di berikan cairan cuka’k merupakan kegiatan terakhir yang di lakukan oleh para penyadap getah karet pada lokasi perkebunan.Untuk penyadap yang kami jelajahi ini,mendapatkan hasil getah sekitar 2 kg s/d 3 kg per hari.Setelah proses pengadukan getah selesai,usai la proses penyadapan pada hari itu.Setelah sampai di rumah,penyadap getah membiarkan getah berada di dalam wadah penampung besar,guna menyempurnakan proses pembekuan getah.Pada hari berikutnya,tepat pada pagi hari,getah yang sudah baku di keluarkan dari wadah penampung.Sebagian panyadap getah karet ini setelah melakukan proses pengeluaran getah karet yang sudah baku,ada yang melakukan proses memasukan getah karet tersebut di dalam air.Konon jika getah karet yang sudah baku di masukan dalam air selama berhari-hari akan menambah berat dari getah karet tersebut.

Setiap hari para penyadap rata-rata mendapatkan satu keping getah karet baku yang beratnya kurang lebih 2 kg s/d 3 kg.Jika getah karet baku sudah terkumpul cukup banyak,penyadap getah akan menjual nya kepada penada. Sebelum melakukan proses penjualan getah karet,penyadap terlebih dahulu melakukan proses pemanggangan getah karet.Sebab rata-rata para penadah getah karet menerima getah karet baku yang sudah kering.

sedang melakukan proses pemanggangan getah karet yang sudah baku

sedang melakukan proses pemanggangan getah karet yang sudah baku

Getah karet siap di jual ke panadah apabila semua getah karet baku sudah kering dari proses pemanggangan.Harga getah karet baku yang sudah kering per satu kg berkisar Rp 19.000 s/d Rp26.000 Bersambung..

Kunjungi kami kembali,karena kami akan terus memberikan update-update terbaru dari Pulau Belitung !!!

Related Posts to "Perkebunan Pohon Karet"