Saturday, 21 October 2017

Tugu Peringatan Pertempuran Di Air Seru / Patung Hayati Mahim




Penjelajahan ku kali ini mengarah ke daerah Air Seru.Menurut informasi yang saya dapat disana juga terdapat beberapa aset sejarah bagi pulau Belitung,salah satunya Tugu Peringatan Pertempuran Di Air Seru / Patung Hayati Mahim

Jika anda berwisata ke Pantai Tanjung Tinggi,Pantai Tanjung Kelayang,Bukit Berahu melalui jalur daerah air seru,pasti akan melihat sebuah patung sedang berdiri sambil memegang sebila Parang.Mungkin anda bertanya-tanya,siapakah sosok dari patung tersebut dan mengapa berada di daerah air seru.patung tersebut merupakan sosok dari seorang pejuang kemerdekaan Belitung,yaitu hayati mahim.

Pada tanggal 25 November 1945 terjadi kotak senjata di air seru,yang melibatkan beberapa pejuang seperti Gaparman,Ahim,Mahidin Tedong,Dani,dan termasuk Hayati Mahim.Setelah bertempur melawan belanda,kusuma bangsa itu akhirnya gugur.Mahidin Tedong gugur di daerah Paal I sedangkan Gaparman,Ahim,dan Hayati Mahim di daerah Air Seru.

Pada tanggal 26 November 1945,ke lima jenazah tersebut di makamkan.Ahim dan Gaparman di Sijuk,Sedangkan Dani,Mahidin Tedong,Dan Hayati Mahim dimakamkan di Tanjungpandan.Pada saat ini kelima pejuang tersebut disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Tumbang Ganti Tanjungpandan

Mengingat akan pertempuran 25 November 1945 di Air Seru,akhirnya di buatlah tugu peringatan pertempuran tersebut yang menggambarkan sosok seorang Hayati Mahim.Pada patung tersebut terlihat beliau sedang mememegang sebilah Parang.Mungkin hal tersebut menggambarkan bahwa para pejuang belitung pada saat itu menggunakan parang sebagai senjata dalam tempurnya.

( foto tampak dari depan )




( foto tampak dari belakang )

Itulah sedikit gambaran dari saya,mengenai Patung Hayati Mahim yang berada di daerah Air Seru.Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang belum ataupun sudah mengatahuinya.Jika ada informasi yang salah,mohon ingatkan saya dan menjadi bahan diskusi kita bersama




Related Posts to "Tugu Peringatan Pertempuran Di Air Seru / Patung Hayati Mahim"